<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>H-Sand's Blog</title>
	<atom:link href="http://hsand.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hsand.wordpress.com</link>
	<description>Belajar Berjuang dan Bertaqwa</description>
	<lastBuildDate>Wed, 22 Aug 2007 03:27:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='hsand.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>H-Sand's Blog</title>
		<link>http://hsand.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://hsand.wordpress.com/osd.xml" title="H-Sand&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://hsand.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Dilarang Bersedekah</title>
		<link>http://hsand.wordpress.com/2007/08/22/dilarang-bersedekah/</link>
		<comments>http://hsand.wordpress.com/2007/08/22/dilarang-bersedekah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Aug 2007 03:26:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hsands</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hsand.wordpress.com/2007/08/22/dilarang-bersedekah/</guid>
		<description><![CDATA[Asro Kamal Rokan Seorang rekan membisikkan kepada saya: jika nanti bertemu pengemis di perempatan jalan, jangan berikan uang. Bisa bahaya kita, bisa didenda Rp 6 juta. Rekan itu tidak sedang bercanda. Di Sumatra Utara memberikan sedekah pada dhuafa bisa berujung malapetaka. Saat ini, di provinsi itu sedang disosialisasikan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang penanggulangan gelandangan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hsand.wordpress.com&amp;blog=1556742&amp;post=14&amp;subd=hsand&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--- Content: Delimiter ---><!--- Content: Tengah --->	 		 			 		 		<!--- Iklan 468x60 ---></p>
<table bgcolor="#ededed" cellpadding="1" cellspacing="0" width="7">
<tr></tr>
</table>
<p><font>Asro Kamal Rokan </font><br />
<font><font> Seorang rekan membisikkan kepada saya: jika nanti bertemu pengemis di perempatan jalan, jangan berikan uang. Bisa bahaya kita, bisa didenda Rp 6 juta. Rekan itu tidak sedang bercanda. Di Sumatra Utara memberikan sedekah pada dhuafa bisa berujung malapetaka. Saat ini, di provinsi itu sedang disosialisasikan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang penanggulangan gelandangan dan pengemis. </font></font></p>
<p><font><font> </font></font><span id="more-14"></span><font><font>Dalam Raperda tersebut, setiap orang yang memberikan sedekah kepada gelandangan dan pengemis (gepeng) terancam denda Rp 6 juta atau kurungan selama enam bulan. Kemudian, terhadap pihak yang mengeksploitasi atau mengoordinasi gepeng dikenakan sanksi Rp 50 juta. Sosialisasi dimulai 1 Agustus lalu. Tampaknya, sosialisasi itu berjalan cukup baik. Pergilah ke berbagai tempat di Kota Medan, terutama di perempatan jalan, sulit untuk menemukan gelandangan dan pengemis. Ini berbeda dengan Jakarta, yang semakin hari jumlah kaum dhuafa ini semakin bertambah, apalagi nanti pada Ramadhan dan Idul Fitri.</font></font></p>
<p><font><font> </font></font><font><font>Menurut data Pemerintah Sumut, jumlah gepeng di daerah itu berada di peringkat ketiga, setelah DKI Jakarta dan Jawa Timur. Saban hari, menurut survei itu, setiap gepeng memperoleh pendapatan dari mengemis rata-rata Rp 30 ribu. Sebulan, bila mereka rajin bisa mendapatkan Rp 900 ribu &#8212; melebihi upah minimum provinsi sebesar Rp 750 ribu. Berbagai cara, konon telah dilakukan Pemerintah Sumut, di antaranya memberikan pelatihan, santunan, pelayanan kesehatan, dan juga razia, namun para gepeng ini lebih suka berada di perempatan jalan dengan hasil yang lebih besar daripada menjadi buruh.</font></font></p>
<p><font><font> </font></font><font><font>Reperda ini telah menyulut kontroversi. Para gelandangan melakukan unjuk rasa di DPRD Sumut. Mereka menuntut Perda itu dicabut dan juga menuntut diberikan pekerjaan. Dalam makalahnya ketika sosialisasi Raperda ini, guru besar IAIN Sumut, Prof Fadil Lubis, melihat dari sisi agama. Sanksi bagi pemberi sumbangan, menurutnya, bertentangan dengan ajaran Islam. Dalam ajaran Islam, menyantuni fakir miskin justru mendapatkan pahala.</font></font></p>
<p><font><font> </font></font><font><font>Ini problem kemiskinan, bukan persoalan kejahatan yang harus dikenakan denda uang atau kurungan, kecuali mereka yang mengeksploitasi para pengemis itu. Raperda ini telah menempatkan pemberi sedekah sebagai pihak yang melakukan tindakan kejahatan yang karena itu harus dihukum berat.</font></font></p>
<p><font><font> </font></font><font><font>Di negara, yang mayoritas umat Islam ini, pengemis dan gelandangan itu sebagian besar beragama Islam. Mereka korban dari sistem pembangunan yang keliru pada awal Orde Baru. Para teknokrat pada masa itu dalam apa yang mereka sebut <em>trickle down effect</em> mengejar pertumbuhan, bukan pemerataan. Pengusaha didorong menjadi konglomerat, namun orang-orang miskin tidak diterangkat hidupnya. Tidak ada yang menetes ke bewah. Pertumbuhan yang tinggi mereka sebut suatu keajaiban. Bank Dunia dan IMF memuji keberhasilan itu. Namun, orang-orang miskin dan orang-orang desa terpaksa menjual ladang dan harga dirinya.</font></font></p>
<p><font><font> </font></font><font><font> Kemiskinan terjadi di negara kaya ini. Negara yang di bawah buminya mengalir minyak, energi, gas, dan bebatuan sangat berharga. Di atas buminya, tumbuh pepohonan yang mengalirkan minyak, energi, dan harta tak terkira. Inilah bumi dalam kasih sayang Allah. Dan, kita menyia-nyiakannya, bahkan menghukum orang bersedekah.</font></font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hsand.wordpress.com/14/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hsand.wordpress.com/14/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hsand.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hsand.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hsand.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hsand.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hsand.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hsand.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hsand.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hsand.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hsand.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hsand.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hsand.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hsand.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hsand.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hsand.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hsand.wordpress.com&amp;blog=1556742&amp;post=14&amp;subd=hsand&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hsand.wordpress.com/2007/08/22/dilarang-bersedekah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/630d3aac6b676e16db78ca71546c60e5?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">hsands</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keberhasilan yang Tertunda</title>
		<link>http://hsand.wordpress.com/2007/08/22/keberhasilan-yang-tertunda/</link>
		<comments>http://hsand.wordpress.com/2007/08/22/keberhasilan-yang-tertunda/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Aug 2007 03:09:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hsands</dc:creator>
				<category><![CDATA[Activity]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hsand.wordpress.com/2007/08/22/keberhasilan-yang-tertunda/</guid>
		<description><![CDATA[Walaa tayasu min rahmatillah.. &#8216;Dan jangan lah engkau berputus asa akan rahmat dari Allah..&#8217; Begitulah kira-kira ungkapan dari guruku di pesantren yang sering kali aku dengar manakala mendapatkan musibah atau cobaan. Sebagai seorang muslim tentunya aku sangat percaya akan hal itu. Begitu banyak ujian dan cobaan dalam kehidupan yang bahkan kita sendiri tidak akan menyangka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hsand.wordpress.com&amp;blog=1556742&amp;post=12&amp;subd=hsand&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://hsand.files.wordpress.com/2007/08/allah.jpeg?w=92&#038;h=111" alt="allah.jpeg" align="left" height="111" hspace="8" width="92" />Walaa tayasu min rahmatillah..</p>
<p>&#8216;Dan jangan lah engkau berputus asa akan rahmat dari Allah..&#8217;</p>
<p>Begitulah kira-kira ungkapan dari guruku di pesantren yang sering kali aku dengar manakala mendapatkan musibah atau cobaan. Sebagai seorang muslim tentunya aku sangat percaya akan hal itu.</p>
<p>Begitu banyak ujian dan cobaan dalam kehidupan yang bahkan kita sendiri tidak akan menyangka dari mana datangnya. hanya Allah yang maha mengetahui apa yang menjadi rahasia dibalik semua itu. dan hanya orang-rang yang sabar yang sanggup menerima apapun hasil segal ujian dan cobaan dari Allah swt.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hsand.wordpress.com/12/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hsand.wordpress.com/12/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hsand.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hsand.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hsand.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hsand.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hsand.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hsand.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hsand.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hsand.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hsand.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hsand.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hsand.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hsand.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hsand.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hsand.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hsand.wordpress.com&amp;blog=1556742&amp;post=12&amp;subd=hsand&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hsand.wordpress.com/2007/08/22/keberhasilan-yang-tertunda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/630d3aac6b676e16db78ca71546c60e5?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">hsands</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hsand.files.wordpress.com/2007/08/allah.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">allah.jpeg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ilmu yg Bermanfaat</title>
		<link>http://hsand.wordpress.com/2007/08/21/ilmu-yg-bermanfaat/</link>
		<comments>http://hsand.wordpress.com/2007/08/21/ilmu-yg-bermanfaat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Aug 2007 07:32:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hsands</dc:creator>
				<category><![CDATA[Activity]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hsand.wordpress.com/2007/08/21/ilmu-yg-bermanfaat/</guid>
		<description><![CDATA[Selama kurang lebih satu tahun bergabung dengan Pustekkom depdiknas tanpa terasa banyak sekali ilmu yang aku pelajari. Sungguh sebuah peroses pematangan individu yang cukup luar biasa saya rasakan disini. Mulai dari proses masuk sampai sekarang kurang lebih sudah 5 pelatihan yang saya ikuti. ari basic programming sampai wordpress dan itu sangat bermanfaat bagi perkembangan keilmuan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hsand.wordpress.com&amp;blog=1556742&amp;post=11&amp;subd=hsand&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selama kurang lebih satu tahun bergabung dengan Pustekkom depdiknas tanpa terasa banyak sekali ilmu yang aku pelajari. Sungguh sebuah peroses pematangan individu yang cukup luar biasa saya rasakan disini.</p>
<p>Mulai dari proses masuk sampai sekarang kurang lebih sudah 5 pelatihan yang saya ikuti. ari basic programming sampai wordpress dan itu sangat bermanfaat bagi perkembangan keilmuan kita ke depan karena praktis ilmu-ilmu itulah yang jelas akan bermanfaat ke depan.</p>
<p>Hemm.. masih cukup panjang perjalanan ke depan yang harus dilalui dan dengan bekal ilmu yang ada masih sangat naif kiranya jika kita mengatakan bahwa kita mampu untuk menghadapi semua.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hsand.wordpress.com/11/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hsand.wordpress.com/11/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hsand.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hsand.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hsand.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hsand.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hsand.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hsand.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hsand.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hsand.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hsand.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hsand.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hsand.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hsand.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hsand.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hsand.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hsand.wordpress.com&amp;blog=1556742&amp;post=11&amp;subd=hsand&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hsand.wordpress.com/2007/08/21/ilmu-yg-bermanfaat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/630d3aac6b676e16db78ca71546c60e5?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">hsands</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kok Masih Ada yang Berbisnis Musibah?</title>
		<link>http://hsand.wordpress.com/2007/08/21/kok-masih-ada-yang-berbisnis-musibah/</link>
		<comments>http://hsand.wordpress.com/2007/08/21/kok-masih-ada-yang-berbisnis-musibah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Aug 2007 06:33:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hsands</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hsand.wordpress.com/2007/08/21/kok-masih-ada-yang-berbisnis-musibah/</guid>
		<description><![CDATA[Warga sekitar Porong, Sidoarjo, boleh jadi sudah kehilangan kepercayaan terhadap siapa saja karena perlakuan yang mereka terima tidak seperti yang seharusnya diterima oleh bangsa manusia. Persoalan menjadi gelap karena penderitaan yang mendera mereka sepanjang setahun terakhir sudah mecapai ubun-ubun. Pernahkah kita membayangkan keluarga kita dirampas? Tanah kita dilenyapkan? Rumah kita ditenggelamkan? Kampung halaman dimusnahkan? Masa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hsand.wordpress.com&amp;blog=1556742&amp;post=9&amp;subd=hsand&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://hsand.files.wordpress.com/2007/08/rebutia1m.jpg?w=110&#038;h=125" alt="rebutia1m.jpg" align="right" height="125" width="110" /><font>        Warga sekitar Porong, Sidoarjo, boleh jadi sudah kehilangan kepercayaan terhadap siapa saja karena perlakuan yang mereka terima tidak seperti yang seharusnya diterima oleh bangsa manusia. Persoalan menjadi gelap karena penderitaan yang mendera mereka sepanjang setahun terakhir sudah mecapai ubun-ubun. </font></p>
<p><span id="more-9"></span><font>Pernahkah kita membayangkan keluarga kita dirampas? Tanah kita dilenyapkan? Rumah kita ditenggelamkan? Kampung halaman dimusnahkan? Masa depan kita dibuat gelap? Tempat mengadu tidak ada? Maka, jadilah kita menyendiri di dalam kesendirian. Kalau mental dan spiritual kita tertata baik, maka kita bisa menyendiri dengan Tuhan. Tetapi kalau mental dan spiritual kita tidak memiliki daya tahan yang memadai, maka akan terjadi krisis mental dan spiritual sekaligus. </font></p>
<p><font> </font><font>Lumpur panas sudah setahun lebih membuat semua yang saudara-saudara kita miliki sirna musnah. Tetapi belum juga muncul keputusan yang, minimal, membuat korban bisa bernapas lega. Jangankan mencari solusi holistik agar perut bumi itu berhenti memuntahkan lumpur panasnya &#8211;sesuatu yang tampaknya mustahil dibereskan dala waktu dekat&#8211;, memberikan jalan keluar untuk ganti rugi atas kepemilikan rakyat yang sudah disemena-menakan saja kita tidak bisa. </font></p>
<p><font>Dalam kaca mata awam, apa susahnya pemerintah sebagai pemangku amanat mendesak pihak-pihak terkait untuk segera membayarkan ganti atas banyak macam kerugian yang diderita masyarakat. Kerugian itu sekarang bukan saja soal materi berupa tanah, lahan, rumah, sekolah, fasilitas umum dan lain sebagainya, tetapi juga kerugian itu sudah menyentuh hal-hal di luar itu semua. Memang jujur diakui, tidak sedikit di antara kita yang menyisakan sedikit perhatian untuk memikirkan nasib mereka di masa depan. Sudah banyak pula saudara-saudara dekat yang mengulurkan tangan untuk menjemput mereka dari ketertindasan sistem dan mekanisme penanggulangan bencana. </font></p>
<p><font> </font><font>Banyak pula yang datang dengan kebeningan hati untuk merasakan betapa beratnya derita yang mendera mereka. Tetapi begitulah adanya. Setiap kali sebagian kita diterpa musibah, selalu ada tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab. Mereka, termasuk kategori kelompok atau oknum bagian masyarakat yang menjadikan musibah sebagai &#8221;sebuah bisnis perniagaan&#8221;. Mereka mengambil begitu banyak peran sehingga terkesan merekalah korban sesungguhnya dari lumpur panas itu. </font></p>
<p><font> </font><font>Seperti ingin mengambil peran seorang pahlawan, tangan-tangan jahil yang mengail di air keruh ini, bertindak pura-pura sebagai negosiatorlah, penengahlah, pemberi solusilah, pelindunglah serta sebutan-sebutan lainnya yang membuat mereka bisa terlibat sampai ke soal-soal teknis sekalipun. Bagaimana mungkin orang-orang seperti ini dengan ketebalan muka, bisa memberikan perhitungan bisnis untuk proses ganti rugi? </font></p>
<p><font> </font><font>Bagaimana bisa, ketika harapan sudah tidak tersisa, mereka berlagak menjadi guru yang bijak dengan menenangkan warga agar berbesar hati untuk menerima sekian dari sekian kerugian yang dialami warga. Maka, pantaslah kalau warga yang menjadi korban justru bertambah menderita karena kelakuan serta tindakan biadab mereka. Ironisnya, mereka seperti bergerak bebas tanpa bisa dicegah oleh siapa pun, mungkin termasuk oleh aparatur pemerintah. Ya Allah! Bagaimana mungkin musibah yang Engkau kirimkan malah dijadikan ajang bisnis? </font></p>
<p><font> </font><font>Memang, kendati banyak saudara kita yang datang dengan keikhlasan dan ketulusan untuk membantu para korban, tetapi sungguh juga terdapat beberapa lainnya datang hanya untuk memberikan dengan berharap mendapatkan sesuatu. Padahal Allah jelas-jelas melarang tindakan semacam ini. &#8221;<em>Walaa Tamnun Tastaktsir</em>&#8221; (Jangalah engkau memberi tetapi berharap sesuatu yang lebih banyak). Ironisnya, sudah tidak ikhlas dan tidak tulus, masih pula saling menyalahkan. </font></p>
<p><font> </font><font>Sadarkah kita apa yang kita sajikan ini justru menambah kepiluan saudara-saudara kita? Kita seperti tak pernah belajar dari sejarah; sudah sekarat, kita masih saja berteori soal siapa, cara serta waktu untuk menolong korban. Tidak adakah kebijakan untuk <em>safety first</em>. Selamatkan dulu! Ada apa ini sebenarnya? Kalau itu yang kita lakukan, itu sungguh jauh dari kategori ketulusan sejati. &#8221;<em>Al-Mubaadarotu &#8216;alamatul Haqiiqati</em>&#8221; (Kecepatan bertindak adalah tanda kesejatian dan ketulusan). </font></p>
<p><font> </font><font>Dari gambaran yang tersajikan selama musibah ini muncul, para korban bencana serta masyarakat yang turut berduka, bisa dengan mudah melihat siapa yang tulus, ikhlas dan jujur. Jangan pernah mereka berpikir bahwa rakyat tidak tahu apa yang mereka simpan di dalam hati mereka. Rakyat kita sudah terlalu pandai untuk dibohongi. Rakyat sudah sangat maklum benar mana bantuan yang tulus dan mana uluran tangan yang bermuatan seringai dusta. Mana kedatangan seseorang yang menebar berkah dan mana kedatangan yang cuma menyebar tipu daya. </font></p>
<p><font> </font><font>Duh Gusti! Betapa susahnya kita menemukan keikhlasan di tengah kelaraan yang teramat sangat ini. Duhai! Betapa sulitnya memaknai sikap ikhlas dan betapa susahnya mendefinisikan ketulusan dalam kehidupan nyata. Mereka yang tulus, hidupnya mengalir seperti air bah, menerjang apa saja yang ada di depannya. Untuk apa yang dia perbuat, dia sudah melupakan apa yang disebut dengan pujian dan cercaan. &#8221;Amalnya tak lagi memberi ruang bagi lahirnya pujian atau cercaan,&#8221; kata Dzun Nun al-Mishry. </font></p>
<p><font> </font><font>Dia akan tetap bekerja sesuai pesan Allah, meski manusia di sekitarnya memberikan pujian atau malah mencelanya. Sejatinya, Indonesia amat membutuhkan orang seperti ini untuk dijadikan pemimpin yang dapat mengeluarkan bangsa dari deraan krisis yang tiada henti. Pemimpin semacam ini akan selalu bekerja sesuai amanat rakyat, meski dia sadar tak ada orang yang memujinya. Dia selalu bekerja tanpa kompromi terhadap pelanggar dan pengkhianat rakyat, meski tahu akan dicerca banyak orang, bahkan oleh koleganya. Kini penyakit berbahaya itu seperti gerombolan srigala berbulu domba yang tak pernah berhenti mengintai dan siap menerkam saudara kita korban lumpur panas. </font></p>
<p><font> </font><font>Sungguh sulit mencari pemimpin semacam ini. Sampai janji imbalan yang disiapkan Allah sekali pun, ia tidak akan memperhitungkannya. Dia tidak pernah berdagang dengan Allah dalam setiap amalnya. Amalnya benar-benar dilakukan bukan karena pujian dan cercaan, melupakannya setelah beramal bahkan tak peduli dengan hak pahala yan telah dijanjikan Allah kepadanya. Sungguh! Keikhlasan amat tidak perlu ditampak-tampakkan karena semakin mengklaim dirinya ikhlas, kadar keikhlasannya justru semakin menurun. </font></p>
<p><font> </font><font> Ibarat spiritus, begitu tutupnya dibuka, langsung menguap. Orang ikhlas, biar dibilang tidak ikhlas tidak akan membela diri, sebab kalau dia marah karena dikatakan tidak ikhlas, itu tanda-tanda ketikadikhlasan. Dari pecah dan sobeknya perut bumi di Porong dan sekitarnya, kita bisa menyaksikan dengan mata telanjang siapa di antara kita yang ikhlas dan tulus. Semoga Allah menghiasi hidup kita dengan keikhlasan dan ketulusan jiwa. <em>Wallaahu A&#8217;lamu Bishshowaab</em>.  </font></p>
<p><font>  					  ( KH A Hasyim Muzadi )		 					 </font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hsand.wordpress.com/9/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hsand.wordpress.com/9/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hsand.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hsand.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hsand.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hsand.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hsand.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hsand.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hsand.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hsand.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hsand.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hsand.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hsand.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hsand.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hsand.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hsand.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hsand.wordpress.com&amp;blog=1556742&amp;post=9&amp;subd=hsand&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hsand.wordpress.com/2007/08/21/kok-masih-ada-yang-berbisnis-musibah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/630d3aac6b676e16db78ca71546c60e5?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">hsands</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hsand.files.wordpress.com/2007/08/rebutia1m.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">rebutia1m.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Syahadat dan Kasih Sayang</title>
		<link>http://hsand.wordpress.com/2007/08/21/syahadat-dan-kasih-sayang/</link>
		<comments>http://hsand.wordpress.com/2007/08/21/syahadat-dan-kasih-sayang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Aug 2007 03:30:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hsands</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hsand.wordpress.com/2007/08/21/syahadat-dan-kasih-sayang/</guid>
		<description><![CDATA[Rubrik Hikmah di harian ini Senin lalu menampilkan tulisan Iffatul Muzarkasyah yang berjudul Cinta dan Persatuan, dan dibuka dengan teks hadis Bukhari Muslim: Tiada beriman seseorang di antara kamu sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri. Hadis ini sahih dan rasanya setiap orang Islam mampu merasakan serta meyakini kemuliaan nilai dan ajaran yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hsand.wordpress.com&amp;blog=1556742&amp;post=5&amp;subd=hsand&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://hsand.files.wordpress.com/2007/08/adenium2.jpg?w=470" alt="adenium2.jpg" align="right" border="0" />        Rubrik Hikmah di harian ini Senin lalu menampilkan tulisan Iffatul Muzarkasyah yang berjudul Cinta dan Persatuan, dan dibuka dengan teks hadis Bukhari Muslim: Tiada beriman seseorang di antara kamu sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.</p>
<p><span id="more-5"></span>Hadis ini sahih dan rasanya setiap orang Islam mampu merasakan serta meyakini kemuliaan nilai dan ajaran yang dikandungnya. Apalagi Kanjeng Nabi bukan hanya bersabda, melainkan juga mengamalkannya. Dan, pada awal turunnya Islam, cinta di antara sesama Muslim adalah kekuatan utama penyebaran agama ini. Pada masa itu orang luar sangat tertarik kepada Islam karena melihat hubungan persaudaraan yang mesra, penuh kasih sayang, di antara sesama pengikut Kanjeng Nabi.</p>
<p>Namun, sepeninggal Kanjeng Nabi, cinta dan persatuan di tengah masyarakat Islam mulai luntur, bahkan parah keadaannya. Hubungan antar-Muslim kurang membuktikan adanya jiwa kasih sayang. Cukup banyak bukti. Misal, rendahnya angka pembayar zakat, sedekah, infak, dsb; sangat tingginya korupsi, tingginya angka kekerasan. Bahkan perilaku sederhana seperti sikap ramah, suka menolong, berprasangka baik, dan menjaga perasaan sesama Muslim sudah menjadi barang mahal.</p>
<p>Barangkali situasi demikian membuktikan kebenaran kata orang bahwa kita hanya beragama tapi tidak beriman. Agama telah diperkerdil menjadi lembaga-lembaga, ormas-ormas, jamaah-jamaah. Menjadi kumpulan ritus. Serbaformal tapi kering jiwa yakni iman itu.</p>
<p>Ah, mungkin ini ulah setan yang telah sukses mencuri iman kita. Orang dibuat lupa akan teks, ajaran, dan jiwa hadis yang hebat tadi. Untuk membuat orang Islam melupakannya maka setan menumbuhkan semangat ananiyah, egoisme, nafsi-nafsi atau apalah namanya. Setan juga berhasil menumbuhkan sikap curiga, buruk sangka, bahkan dengki di antara sesama Muslim. Wah!</p>
<p>Apakah hal itu akan dibiarkan berkembang sehingga umat Islam tetap miskin rasa kasih sayang, sementara tugas membuktikan Islam sebagai rahmatan lil &#8216;alamin tetap menjadi kewajiban bersama? Dan bila umat mau belajar mengamalkan perintah berkasih-sayang, dari mana mulainya?</p>
<p>Seorang teman memberi jawaban atas pertanyaan ini. Mau mengembangkan amal kasih sayang terhadap sesama, istiqamahlah dengan syahadat.</p>
<p>&#8221;Syahadat adalah kesaksian yang menyadarkan dengan tuntas bahwa tidak ada ilah selain Allah. Sasaran yang dituju oleh kesaksian ini pertama-tama adalah diri kita, sedangkan objek di luar kita adalah nomor dua.&#8221;</p>
<p>&#8221;Maksudmu?&#8221; tanya saya.<br />
&#8221;Ya, kita harus bertekad, pertama, tidak akan meng-ilah-kan diri kita. Kita sering lupa, lebih banyak potensi berhala berada dalam diri kita daripada di luarnya.&#8221;</p>
<p>&#8221;Maksud kamu?&#8221; kejar saya.<br />
&#8221;Ya, Peng-ilah-an atau pemberhalaan diri, sadar atau tidak sering kita lakukan. Bentuknya bisa macam-macam, tapi dasarnya adalah egosentrisme; bahwa diri dan kepentingan diri dijadikan pusat sekaligus orientasi kehidupan. Maka diri dianggap subjek paling penting. Alangkah mudah kita merasa lebih penting daripada orang lain terutama terhadap mereka yang miskin. Kamu akan merasa dirimu lebih penting, lebih berharga daripada, misalnya, seorang gelandangan yang melintas di hadapanmu. Iya?&#8221;</p>
<p>Saya merenung sejenak, lalu nyengir untuk mengiyakan.<br />
&#8221;Dan kamu pasti tidak merasa bahwa itu adalah bentuk peng-ilah-an diri yang paling umum dilakukan. Padahal itu merupakan pelanggaran terhadap makna syahadat. Ingatlah, Kanjeng Nabi mau minum dari cawan yang baru dipakai oleh Bilal. Beliau juga hanya tertawa-tawa ketika dikencingi oleh anak gelandangan Badui yang dibopongnya dengan penuh kasih sayang. Mengapa? Karena Kanjeng Nabi tidak merasa lebih penting dari siapapun.&#8221;</p>
<p>Saya masih terbengong-bengong.<br />
&#8221;Nah, sekarang kamu ingin bisa mencintai orang lain dengan tulus? Pertama, singkirkan rasa bahwa dirimu lebih penting dari orang lain. Atau, yakinkan dirimu bahwa orang lain, seorang gelandangan sekalipun, sama penting dengan dirimu. Dan apabila mereka kamu beri kasih sayang, Allah akan membalas kamu dengan lebih melalui mereka atau melalui pihak lain. Dan sebaliknya!</p>
<p>&#8221;Sayangnya setan memang telah sukses membangun egosentrisme di hati manusia, tak terkecuali kita yang sudah mengucap syahadat. Padahal egosentrisme merupakan bentuk halus peng-ilah-an diri yang menghambat pengembangan sikap dan rasa kasih sayang terhadap sesama. Dan, kata Kanjeng Nabi sendiri, tanpa kemampuan mengembangkan kasih sayang, sama dengan ketiadaan iman dalam diri kita. Dan Islam sebagai rahmatan lil alamin tidak bakal terwujud.&#8221;</p>
<p>Jujur, karena terkesima, saya tak sanggup menanggapi kata-kata teman ini. Namun setidaknya saya merasa mendapat ilmu baru bahwa kesaksian tauhid atau syahadat tidak cukup diucapkan tetapi harus pula diamalkan. Dan pengamalannya yang sederhana tapi sangat penting adalah membuang jauh egosentrisme yang menghambat amal kasih sayang dan persatuan. Terima kasih, teman.<br />
(Ahmad Tohari )</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hsand.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hsand.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hsand.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hsand.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hsand.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hsand.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hsand.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hsand.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hsand.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hsand.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hsand.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hsand.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hsand.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hsand.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hsand.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hsand.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hsand.wordpress.com&amp;blog=1556742&amp;post=5&amp;subd=hsand&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hsand.wordpress.com/2007/08/21/syahadat-dan-kasih-sayang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/630d3aac6b676e16db78ca71546c60e5?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">hsands</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hsand.files.wordpress.com/2007/08/adenium2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">adenium2.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kemerdekaan</title>
		<link>http://hsand.wordpress.com/2007/08/21/kemerdekaan/</link>
		<comments>http://hsand.wordpress.com/2007/08/21/kemerdekaan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Aug 2007 03:28:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hsands</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hsand.wordpress.com/2007/08/21/kemerdekaan/</guid>
		<description><![CDATA[        Apa arti kemerdekaan pada hari-hari peringatan HUT RI ini? Setiap tahun kita memperingati hari kebebasan dan kemerdekaan negeri ini dari kolonialisme dan imperialisme. Setiap tahun pula kita memperingati kemerdekaan dengan upacara bendera; mengibarkan sang saka merah putih, dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dengan penuh semangat. Selebihnya adalah pesta rakyat; tarik tambang, panjat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hsand.wordpress.com&amp;blog=1556742&amp;post=4&amp;subd=hsand&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>        Apa arti kemerdekaan pada hari-hari peringatan HUT RI ini? Setiap tahun kita memperingati hari kebebasan dan kemerdekaan negeri ini dari kolonialisme dan imperialisme. Setiap tahun pula kita memperingati kemerdekaan dengan upacara bendera; mengibarkan sang saka merah putih, dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dengan penuh semangat. Selebihnya adalah pesta rakyat; tarik tambang, panjat pinang, pacu karung, dan seterusnya. Itulah simbolisme dan rutinitas kita setiap kali merayakan 17 Agustus.</p>
<p><span id="more-4"></span>Apa makna kemerdekaan pada hari-hari ini? Makna kemerdekaan sangat boleh jadi berbeda dari tahun ke tahun, dari suatu masa kekuasaan suatu rezim ke masa kekuasaan rezim lainnya. Perasaan warga juga agaknya berbeda dari satu orang ke orang lain. Semangat dan nuansanya boleh jadi juga berbeda sejak bangsa kita merayakan hari kemerdekaan untuk pertama kali pada 17 Agustus 1946.</p>
<p>Alhasil, pada masa Bung Karno, salah satu dari dua proklamator kemerdekaan bersama Bung Hatta, dan juga presiden pertama RI, setiap peringatan hari kemerdekaan adalah hari-hari penuh heroisme. Masa Bung Karno adalah waktu-waktu untuk terus menyalakan semangat anti-Nekolim (neo-kolonialisme dan neo-imperialisme). Tapi, dengan cara itulah Bung Karno memperkuat kesatuan bangsa ini &#8211;sebuah bangsa yang sangat majemuk dari berbagai segi; yang bagi banyak ahli luar, seperti Ben Anderson, hanya sebuah imagined communities, komunitas-komunitas terimajinasi, bukanlah sesuatu bangsa yang riil. Karena itu, salah satu jasa terbesar Bung Karno adalah sosoknya yang mampu memainkan peran sebagai solidarity maker, pencipta solidaritas dan kesatuan.</p>
<p>Semangat yang bernyala-nyala seperti itu mungkin tidak lagi tersisa di tengah kepungan globalisasi yang kian mencengkeram kita, jika globalisasi tidak dapat disebut sebagai &#8216;neo-imperialisme&#8217; baru. Solidaritas kita juga semakin mencair dari hari ke hari. Dan, juga kian sulit mencari sosok kepemimpinan yang betul-betul bisa memainkan peran sebagai solidarity maker yang justru kembali dibutuhkan bangsa kita untuk merekat solidaritas, rasa senasib, dan sepenanggungan yang tercabik-cabik.</p>
<p>Lalu globalisasi. Lihatlah ke manapun kita memandang, yang terlihat lebih banyak wajah global dan globalisasi sejak yang paling kasat mata sampai kepada yang lebih subtil. Ada beragam jenis mobil mewah, fast food, durian bangkok, dan seterusnya dengan menyingkirkan rambutan, manggis, jeruk pontianak. Ada orang asing heran setengah mati; kok orang Indonesia lebih doyan buah pear atau apel daripada salak pondoh atau nangka, yang lebih dahsyat. Snobbish, kata dia.</p>
<p>Maka, heroisme dan semangat anti neo-kolonialisme, jika masih ada &#8211;ala Bung Karno&#8211; kelihatan semakin tidak relevan lagi hari ini. Jika ada suara-suara anti neo-kolonialisme dan neo-imperialisme sekarang ini; maka suara itu seperti teriakan pengembara yang tersesat di tengah gurun pasir yang luas tak bertepi.</p>
<p>Kembali retrospektif. Pada masa Presiden Soeharto, suasana, semangat, dan nuansa perayaan hari kemerdekaan pastilah lain pula. Masa-masa sepanjang kekuasaan rezim Soeharto peringatan hari kemerdekaan adalah hari-hari penggalangan tekad untuk meningkatkan stabilitas nasional; meningkatkan pembangunan melalui pertumbuhan ekonomi; memperbesar &#8216;kue&#8217; nasional untuk membaginya secara lebih merata kelak suatu waktu nanti; mengukuhkan persatuan dan kesatuan; dan memantapkan penghayatan dan pengamalan Pancasila. Begitu bersemangatnya pemerintah Soeharto, sehingga timbul banyak ekses yang kini diratapi kalangan bangsa kita.</p>
<p>Sebaliknya, kini juga pada masa pasca-Soeharto kian banyak kalangan, terutama rakyat kecil, merindukan suasana masa Soeharto. Euforia kebebasan dan demokrasi selama hampir sepuluh tahun terakhir ini ternyata bukanlah waktu yang terlalu lama bagi bangkitnya kerinduan pada stabilitas; pada pertumbuhan ekonomi, di mana beras mudah didapat, di mana alat-alat kontrasepsi melimpah, di mana BBM mudah didapat; di mana para buruh lebih banyak bekerja daripada demonstrasi. Mereka juga rindu pada integrasi bangsa pada kesatuan dan persatuan; dan bahkan pada Pancasila sebagai faktor pemersatu yang masih tersisa.</p>
<p>Kemerdekaan yang sering diucapkan dalam tarikan napas yang sama dengan kebebasan pada masa reformasi ini memang cenderung menghasilkan kebebasan yang seolah tanpa batas. Sejak dari perseorangan, kelompok, bahkan lembaga atas nama kemerdekaan dan kebebasan melakukan berbagai hal yang pada gilirannya mengancam dan membahayakan kemerdekaan dan kebebasan itu sendiri.</p>
<p>Tujuh belas Agustus adalah masa yang paling tepat untuk merenungkan kembali perjalanan bangsa ini. Masa lampau tidak mungkin kembali; dan karena itu tidak sepatutnya pula kita terus merindukan masa lampau, yang bukan tidak ada pula cacat sejarahnya. Sikap paling bijak adalah belajar dan mengambil hikmah dari masa silam, dan dengan kepala tegak menghadapi masa depan; dengan kesediaan memperbaiki kesalahan baik di masa silam maupun sekarang dan menumbuhkan semangat dan percaya diri menyongsong hari esok.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hsand.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hsand.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hsand.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hsand.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hsand.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hsand.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hsand.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hsand.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hsand.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hsand.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hsand.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hsand.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hsand.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hsand.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hsand.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hsand.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hsand.wordpress.com&amp;blog=1556742&amp;post=4&amp;subd=hsand&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hsand.wordpress.com/2007/08/21/kemerdekaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/630d3aac6b676e16db78ca71546c60e5?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">hsands</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Shalat dan Manusia Berbalut Cahaya</title>
		<link>http://hsand.wordpress.com/2007/08/21/shalat-dan-manusia-berbalut-cahaya/</link>
		<comments>http://hsand.wordpress.com/2007/08/21/shalat-dan-manusia-berbalut-cahaya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Aug 2007 03:25:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hsands</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hsand.wordpress.com/2007/08/21/shalat-dan-manusia-berbalut-cahaya/</guid>
		<description><![CDATA[Sadarkah kita, umat Islam, betapa spektakulernya figur anak manusia bernama Muhammad Bin Abdullah? Beliau ditetapkan sebagai nabi terakhir, tetapi ruhnya telah dipersiapkan oleh Allah SWT jauh-jauh hari sebelum Bapak Para Manusia, Nabi Adam As diciptakan. Baginda Rasul adalah manusia banyak dimensi karena dalam dirinya mengalir wahyu Allah. Tak pernah meluncur dari kedua bibirnya yang mulia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hsand.wordpress.com&amp;blog=1556742&amp;post=3&amp;subd=hsand&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://hsand.files.wordpress.com/2007/08/anggrek2.gif?w=141" alt="anggrek2.gif" align="left" border="0" hspace="10" width="141" />        Sadarkah kita, umat Islam, betapa spektakulernya figur anak manusia bernama Muhammad Bin Abdullah? Beliau ditetapkan sebagai nabi terakhir, tetapi ruhnya telah dipersiapkan oleh Allah SWT jauh-jauh hari sebelum Bapak Para Manusia, Nabi Adam As diciptakan. Baginda Rasul adalah manusia banyak dimensi karena dalam dirinya mengalir wahyu Allah.</p>
<p><span id="more-3"></span>Tak pernah meluncur dari kedua bibirnya yang mulia kecuali perkataan yang menyejukkan hati. Tak pernah ada sosok manusia di kolong langit ini yang helai-helai rambutnya jadi bahan rebutan para sahabatnya. Tak pernah kita temukan, figur manusia yang tetesan air wudhunya diburu oleh para pecintanya. Juga tak pernah kita temukan seseorang yang hamba, tetapi sesungguhnya menyunggi sebuah mahkota seorang raja diraja dari Robbul Izzati. Mustahil kita temukan seorang anak manusia yang tetesan air keringatnya dijadikan aroma para pengantin.</p>
<p>Kendati demikian, Baginda Rasul tetaplah seorang anak manusia yang memiliki semua sisi-sisi terhalus kemanusiaan. Maka begitu ditinggal wafat istri tercintanya, Sayyidah Khodijah al-Kubro, beliau seperti terhempas dari kenyataan hidup. Bahkan musibah seperti tiada henti ketika pada tahun yang sama, pelindung sejati dari ancaman kaum kafir, pamandanya Sayyidina Hamzah Bin Abdul Muthollib, juga wafat, yang hal ini membuat Baginda Rasul seperti tercerabut dari akar bumi.</p>
<p>Para sahabatnya tak mampu lagi menghibur karena derita begitu berat menghantam ulu hati terdalam. Maka ketika hidup tinggal menyisakan harapan, Kekasih Tertingginya, Allah SWT &#8221;turun tangan&#8221; memenuhi jiwa dan raganya. Dikirimlah Malaikat Jibril As. Malaikat spesialis ekspedisi wahyu-wahyu Tuhan ini sebagaimana dikehendaki Allah, lantas mengajak Baginda Rasul untuk melakukan sebuah tamasya menggemparkan yang tak pernah dilakukan oleh manusia mana pun. Bahkan sepanjang sejarah kehidupan ini.</p>
<p>&#8221;Mahasuci Allah&#8221; yang ketika raga seperti gemeretak karena sendi-sendinya luruh dan jiwa seperti tercerabut diterbangkan entah ke mana, lalu pada tanggal 27 Rajab satu setengah abad yang lalu, Yang Mahakuasa memperjalankan Baginda Rasul di sepenggal malam menuju Singasana Tertinggi di Sidratil Muntaha. Tamasya ini lalu memunculkan perdebatan panjang bahkan mungkin hingga dunia benar-benar dilipat di akhir zaman.</p>
<p>Bukan memperdebatkan benar tidaknya peristiwa agung tersebut tetapi lebih kepada pertanyaan apakah Baginda Rasul pergi menghadap Allah secara jasmani atau ruhani atau secara kedua-duanya. Satu hal yang pasti, umat Islam mengimani semua prosesi perjalanan Baginda Rasul. Rupanya Allah telah mempersiapkan segala proses perjalanan menakjubkan tesebut bahkan hingga hal-hal yang sangat detail sekalipun.</p>
<p>Maka dimulailah perjalanan ini dengan proses awal pembedahan dada Baginda Rasul yang disucikan dengan air zamzam. Sebuah mata air dengan miliaran kekuatan ruhani. Begitu selesai, maka berangkatlah Baginda Rasul dengan Jibril menunggang Buroq, dari Masjidil Haram di Makkah al-Mukarromah menuju Masjidil Aqsa al-Muqaddas di Palestina. Perjalanan dengan jarak 1.500 kilometer itu hanya ditempuh tak lebih dari satu detik. Bagaimana ini bisa terjadi?</p>
<p>Tentu ini begitu mudah bagi Allah. Karena Jibril yang diciptakan dari cahaya bisa melesat dengan kecepatan supercahaya sedang cahaya memiliki kecepatan tak kurang dari 300 ribu kilometer per-jam. Maka jarak antara kedua masjid agung itu, hanya butuh waktu kurang dari satu detik. Pelengkap lainnya adalah kendaraan Buroq; yang artinya antara lain &#8221;kilat&#8221;. Maka dimulailah Isra&#8217; dan Mi&#8217;raj.</p>
<p>Dialah manusia berbalut cahaya. Kalau baginda Rasul tidak sempat dibedah oleh Jibril, maka tak terbayangkan betapa besar risiko yang akan menimpa. Adakah sebuah kendaraan yang memiliki kecepatan seperti itu? Adakah manusia, dengan segala unsur materi yang ada pada dirinya, mampu bertahan dalam kecepatan semacam ini? Bukankah kalau itu terjadi, maka raganya akan tercerai berai karena terbetot gaya gravitasi bumi?</p>
<p>Dengan pesawat biasa saja, kita merasakan betapa beratnya terbang dengan kecepatan seperti itu. Lalu bagaimana dengan pesawat tempur yang kecepatannya melebihi angka tersebut? Tetapi, inilah sebuah peristiwa agung yang semuanya telah dipersiapkan oleh Allah Yang Mahaagung bagi seorang kekasih-Nya yang agung, Baginda Muhammad. Hanya beliaulah yang dipilih oleh Allah untuk bertandang ke Singgasana Arasy-Nya di Baytul Ma&#8217;mur. Untuk apa semua kehendak Allah dengan Isra&#8217; dan Mi&#8217;raj ini?</p>
<p>Kalau menyimak penggalan ayat Isra&#8217; dan Mi&#8217;raj dalam Alquran, maka dengan mudah kita akan menemukan sebuah isyarah nyata bahwa Dia tengah berkehendak memperlihatkan kepada Baginda Rasul sebagian dari &#8221;tanda-tanda kekuasaan-Nya yang agung&#8221;; &#8221;Linuriyahuu Min Aayaatinaa&#8221;. Untuk apa diperlihatkan kepada Baginda Rasul ini semua?</p>
<p>Untuk menghiburnya setelah datangnya mendung &#8221;Aamul Huzni&#8221;; tahun kesedihan karena wafatnya Sayyidah Khodijah dan Sayyidina Hamzah. Untuk membesarkan hati baginda Rasul betapa tak terbayangkan kekuasaan Allah. Betapa hanya kepada Dia semua alam secara tulus bisa tunduk, luruh dan menghamba. Betapa hanya kepada Dia semua makhluk bergantung. Betapa kecilnya kita di sebuah planet kecil bernama bumi. Betapa kecilnya bumi di belantara miliaran planet lainnya di tata surya. Betapa kecilnya tata surya kita di bentangan triliunan supercluster alam semesta.</p>
<p>Maka begitu Baginda Rasul berhadap-hadapan dengan Allah, menjadi jelas seberapa agung hubungan antara hamba agung dengan Yang Mahaagung ini. Adakah pihak lain? Jibril pun tak kuasa sampai di sana. Walau ia tercipta dari cahaya. Walau bersamanya wahyu Allah selalu terjaga secara kudus. Walau dia perantara para nabi dengan Tuhannya. Dan seperti dituturkan dalam banyak riwayat, maka Allah SWT mengamanatkan shalat kepada semua umat Islam melalui Baginda Rasul.</p>
<p>Inilah sebuah fasilitas paling formal dalam Islam yang dikaruniakan Allah kepada hamba-Nya. Inilah sebuah napak tilas yang disajikan oleh Allah kepada manusia agar bisa melakukan dialog dengan Allah sebagaimana dialog Baginda Rasul dengan Kekasihnya dalam peristiwa mi&#8217;raj yang agung. Betapa mudahnya hidup berketuhanan dan betapa murahnya &#8221;ongkos&#8221; perjalanan dialog menuju Tuhan.</p>
<p>Dialah shalat, sebuah medium yang dibutuhkan oleh pikiran dan akal manusia, karena ia merupakan pengejawantahan dari hubungannya dengan Tuhan, hubungan yang menggambarkan pengetahuannya tentang tata kerja alam raya ini, yang berjalan di bawah satu kesatuan sistem. Shalat juga menggambarkan tata inteligensia semesta yang total, yang sepenuhnya diawasi dan dikendalikan oleh suatu kekuatan Yang Mahadahsyat. Benar adanya penilaian bahwa semakin mendalam pengetahuan seseorang tentang tata kerja alam raya ini, akan semakin tekun dan khusyu pula ia memnafaatkan waktu-waktu shalatnya.</p>
<p>Shalat adalah kebutuhan jiwa, karena tidak seorang pun dalam perjalanan hidupnya yang tidak pernah mengharap atau tidak pernah merasa cemas. Hingga, pada akhirnya, sadar atau tidak, kita menyampaikan harapan dan keluhan kepada Dia Yang Mahakuasa. Maka sungguh teramat sangat buruk diri ini jika kita menghadapkan diri kita kepada Allah As-Shomad, hanya pada saat kita sebagai anak manusia didesak oleh kebutuhan yang menedera hidup. Wallaahu A&#8217;lamu Bishshowaab.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hsand.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hsand.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hsand.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hsand.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hsand.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hsand.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hsand.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hsand.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hsand.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hsand.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hsand.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hsand.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hsand.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hsand.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hsand.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hsand.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hsand.wordpress.com&amp;blog=1556742&amp;post=3&amp;subd=hsand&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hsand.wordpress.com/2007/08/21/shalat-dan-manusia-berbalut-cahaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/630d3aac6b676e16db78ca71546c60e5?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">hsands</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hsand.files.wordpress.com/2007/08/anggrek2.gif" medium="image">
			<media:title type="html">anggrek2.gif</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
